Sosialisasi DBD di RS AMC Muhammadiyah: Puluhan Kader Posyandu Antusias Ikuti Edukasi Pencegahan
May 03, 2025

Sosialisasi DBD di RS AMC Muhammadiyah: Puluhan Kader Posyandu Antusias Ikuti Edukasi Pencegahan

Yogyakarta – Sabtu, 3 Mei 2025, Rumah Sakit AMC Muhammadiyah sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) bersama dr. Wahyu Tri Kurniawan, Sp.PD. Acara yang digelar di Aula lantai 4 RS AMC Muhammadiyah ini dihadiri oleh puluhan kader posyandu dari wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan para kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, terutama dalam menghadapi tingginya kasus DBD yang kerap meningkat saat musim penghujan. dr. Wahyu Tri Kurniawan dalam paparannya menekankan pentingnya peran kader dalam upaya pencegahan melalui program 3M (menguras, menutup, dan mengubur) serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

 

“DBD masih menjadi ancaman serius, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Pencegahan yang efektif harus dimulai dari rumah masing-masing. Kader posyandu memiliki peran strategis untuk mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengenali tanda-tanda awal DBD,” jelas dr. Wahyu.

 

Selain itu, dr. Wahyu juga menjelaskan mengenai tanda-tanda klinis DBD yang harus diwaspadai, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, pendarahan ringan, hingga gejala syok. Beliau menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan tepat guna mencegah komplikasi yang lebih berat.

 

Acara ini mendapat dukungan penuh dari sponsor Pocari Sweat yang turut hadir memberikan edukasi terkait pentingnya pemenuhan cairan dan ion tubuh bagi penderita DBD. Perwakilan dari Pocari Sweat mas Dafa menjelaskan bahwa saat seseorang mengalami DBD, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat demam tinggi dan kemungkinan perdarahan, sehingga pemenuhan kebutuhan cairan dan ion menjadi sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan.

 

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin paham bahwa hidrasi tidak hanya soal air, tetapi juga pemenuhan ion yang hilang saat tubuh sakit, termasuk pada kasus DBD,” ungkap Mas Dafa selaku narasumber dari Pocari Sweat.

 

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab antara peserta dengan dr. Wahyu. Para kader posyandu tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar DBD, mulai dari cara pencegahan di lingkungan padat penduduk hingga langkah awal yang harus dilakukan saat menemukan warga dengan gejala DBD.

 

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, RS AMC Muhammadiyah berharap para kader posyandu dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan DBD, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan cairan dan ion dalam tubuh saat terjangkit penyakit ini.

Artikel Terkait

Top